Resensi Buku
Nama
: Rani. A. Simbolon
Semester
: IV (Empat)
Mata
Kuliah : Dogmatika 3
Buku
: Teologi Dasr 2 , oleh :
Dr. Charles C. Ryrie
Dosen
: Pdt. M.P. Aritonang M.Th
BAGIAN XII
“AKU AKAN MENDIRIKAN JEMAAT-KU”
“AKU AKAN MENDIRIKAN JEMAAT-KU”
Apakah Gereja itu ?
Dalam bahasa Inggris , kata Gereja
yaitu church, dan bentuk serumpunnya kirk berasal dari bahasa Gerikha
Kuriakonyang berarti milik Tuhan. Kata tersebut hanya digunakan dua kali dalam
Perjanjian baru yaitu pada 1 kor 11 :20 (mengenai Perjamuan Tuhan) dan wahyu
1:10 (mengenai hari Tuhan). Dan kata itu kemudian mulai biasa digunakan untuk
menunjukkan hal-haal lainnya seperti tempat atau norang-orang atau denominasi
batau tanah air yang bertalian dengan kelompok orang yang menjadi milik Tuhan.
Dan
dalam bahasa Ibrani , yaitu qahal semata-mata berarti sejumlah orang yang
berhimpun bersama dan biasanya dalam septuaginta di trjemahkan sebagai
ekklesia.dalam bahsa yunani ekklesia berarti sutau perhimpunan dan biasa
digunakan dalam pengertian politik, bukan dalam pengertian keagamaan . kata
tersebut buka menjelaskan mengenai orangnya, tetapi mengenai pertemuannya.
Penggunaan
Gereja dalam PB (Perjanjian Baru)
Kisah
Para rasul 19 :39,40; kis 7:38; Efesus 7:38; rom 16:5;1KORINTUS 16 :19; kolose
4:15; Filemon 2, saya peembaca akan mentimpulkan dari ayat-ayat Firman Than iu
bahwa gereja berhubungan dengan dengan nsebuah kelompok perhimpunan, maka
berbagain penggunaan konsep dalam Perjanjian Baru akan menjelaskan kepada kita
apakah sifat Gerejav atau keadaan dari kelompok yang berhimpun dan apa yang
menjuadi ffokus serta alasan yang menyebabkan kelompok khusus itu berhimpun.
Ciri
Khas Gereja
Gereja memiliki ciri khas yang
sesuai dengan maksud Allah. meskipun Allah telah mempertalikan diri-Nya dengan
kelompok-kelompok yang lain, namun kegiatan-Nya dengan gereja tetap memiliki
ciri khas “Aku akan datang mendirikan jemaat-Ku” Firman Tuhan dan itu adalh
pekerjaan-Nya yang khusus pada masa kini. Perkataan Kristus tersebut
menunjukkan beberapa ciri Khas Gereja
1. Gereja
merupakan karya Setelah kehidupan-Nya di mkuka bumi
2. Gereja
tidak sama dengan kerajaan yang juga di ajrakan –Nya
3. Gereja
jelas berbeda dengan teokrasi atas Israel.
Kepeemimpinan
Yang Berkualifikasi Bagi Gereja
Apapun yang menjadi pilihan
seseorang atau suatu organisasi mengena berbagai tingkat kepemimpinan, tidak
seorangpun dapat mneyangkal bahwa kepemimpinan dianggap perlu dalam
gereja-gereja Perjanjian Baru. Karena secra de-facto bahwa :
Ø Pada
awl kehidupan gereja, dana bantuan di kirim dari antiokhia kepada para penatua
di gereja –gereja Yudea (kis 11:29)
Ø Paulus
segera menunjuk para penatua di gereja –gereja yang di dirikan selama perjalann
misinya yang pertama
Ø Sidang
di Yerusalem diadakan, di pimpin dan di tutup oleh para pemimpin (pasal 15)
Tingkat-Tingkat Kepemimpinan
Semua
orang sependapat bahwa sedikitnya ada dua golongan pemimpin dalam
gereja-gerejaa Perjanjian Baru yaaitu para penatua dan diaken. Dan tidak
semuanya diperlukan pada masa kini. Dalam sistem pemerintahan Jemaat Babtis,
seorang gembala sidang di gereja berfungsi sebagai penatua sedangkan di Gereja
yang menggunakan sistem federaal –presbiterian gembala sidng melayani sebagai
salah seorang di antara para penatua.
BAGIAN
XIII
PERISTIWA-PERISTIWA
YANG
AKAN DATANG
Pengantar
kepada Eskatologi
Eskatologi
berarti teologi tentang akhir zaman. Studi ini dapat meliputi semua hal yang
terjadi di masa yang akan datang dari waktu penulisan atau hanya meliputi
hal-hal yang masih akan datang dari keberadaan kita sekaterang. Studi tenttang
Eskatologi berhubungan dengan perwujudan semua hal, baik yang berkenan dengan
pribadi-pribadi dan dengan dunia.
Studi
akhir zaman atau hal-hal yang bersifat yang akan datang menurut pandangan kita
meliputi pengejaran Alkitabiah mengenai keberadaan sesudah kematian tetapi
sebelum dibangkitkan, kebangkitan, pengangkatan (pelantikan) Gereja, kedatangan
Krisstus ke dua kali dan kerajaan seribu Tahun.
Eskatologi sangatlah penting untuk
kiita pelajari bahwa sukacita di tengah-tengah penderitaan(2 kor 4:17), suatu
motivasi yang besar untuk hidup suci (1 yoh 3:3), suatu praktek hidup
sehari-hari (2 tim 3:16-17), fakta-fakta mengenai kehidupan sesudah kamaian (2
kor 5:8), kebenaran tentang akhir sejarah , suatu pembuktian bahwa Alkitab tidak ada salahnya karena sebagian nubuatan
sudah digenapi dengan tepat bukan oleh karena kebetulan tetapi karena memang
sudah direncanakan Allah dan keinginan mendekatkan diri kepada Tuhan, lebih
serius lagi dalam penyembahan kita kepada Allah yang mengontrol secara penuh
dan yang kan menyelesaikan kehendak-Nya dalam sejarah.
PASAL
78
TINJAUAN
TERHADAP
POSTMILLENISME
Postmillenisme
adalah pandangan yang berhubungan dengan masa akhir zaman / akan datang yang
percaya bahwa kerajaan Allah sekarang sedang meluas di dalam dunia melalui
pemberitaan Injil dan karya penyelematan dari Roh Kudus pada setiap individu,
bahwa dunia akhirnya di kristenkan dan bahwa kedatangan Kristus terjadi pada
akhir dari suatu periode panjang yang penuh dengan kebenaran dan damai biasanya
disebut ”seribu Tahun (Millenium)”.
Ciri-ciri Doktrin Postmillenialisme
a. Pandangan
mengenai Alkitab
Pengamat
pemaham postmillenialisme Alkitabiah mempercayai otoritas Alkitab dalam
kehidupan manusia.
b. Pandangan
mengenai Kuasa Allah
Keyakinan
akan kusa Allah menyebabkan mereka percaya bahwa amanat Agung akan digenapi dan
hampir seluruh dunia akan diselamatkan. Jikalu tidak percaya akan menjadikan
amanat agung itu tidak efektif dan kuasa Allah tidak bekerja.
c. Pandangan
mengenai Gereja
Gereja
memenuhi amanat Agung, akan menjadi alat untuk membawa dan menghadirkan erjaaan
Seribu thaun di bumi.
d. Pandangan
mengenai Kedatangan Kristus
Penganut
postmilenium percaya kedatangan Kritus paada akhir kerajaan Seribu Tahun.
Kedatangan-Nya akan di ikuti dengan segera oleh kebangkitan dan penghakiman
secarumum.
e. Pandangan
mengenai seribu tahun
Lamanya
: kerajaan seribu tahun ,menurut pendapat penganut postmilenium akn berupa
waktu atau masa yang akan sedemikian panjang, tidak harus tepatseribu tahun.
Perrmulaannya
: kerajaan seribu Tahun akan di mulai berangsung-angsur, sedangkan pandangan
lainnya hanya melihat permulaan yang tiba-tiba pada penyebaran kebenaran di
seluruh dunia.
Ciri-cirinya
: kerajaan seribu tahun menurut pandangan penganut postmelinium akan menjadi
saat damai, kemakmuran, kehidupan rohani angt baik di bumi.
Kegiatannnya
: beberapa tokoh paham postmilenium mengijinkan masa kemurtadan yang singkat
pada akhir milenium sebelum kedangan Kristus.
d.
Dukungan Alkitab untuk Post Milenium.
Sehubungan
dengan ayat-ayat yang membicarakan tentan suatu pemerintahan Kristus yang
berkemanangan belum tergenapai dalam sejarah, maka bagian itu harus digenapi
pada masa yang kan datang sebelum kedatangan Kristus kedua kali. Banyak ayat
Alkitab yang sama di pakai oleh penganut premilenialisme untuk membuktikan
Kerajaan Seribu tahun di dunia. Penganut postmilenisme melihat ayat-ayat
tersebut digenapi sebelum kedatangan Kristus sedangan Premilenialisme
menafsirkan ayat-ayat tersebut untuk digenapi sesudah kedatanagn Kristus.
Ayat-ayat tersebut termasuk maz 2:8;22:28;47;72 yes 2:2-4, yer 31:34 dan
2:35;mika 4:1-4.
PASAL 80
TINJAUAN TERHADAP
PREMILLENIALISME
Premilianisme adalah suatu pandanagn
yang menyatakan bahwa kedatanngan Kristus yang kedua kali akan terjadi sebelum
seribu tahun, dan ia akan mendirikan kerajaan Kristus di bumi ini selama seribu
tahun.
a. Ciri-ciri
Doktrin Premillrnialisme
v Pandangan
mengenai alkitab : premillenialisme mepercayai Alkitab sebagai otoritas yang
tinggi dalam kehidupan.
v Pandangah mengena seribu tahun : semua
penganut premillenialisme percaya bahwa kerajaan seribu tahun terjadi setelah
kedatangan Kristus yang ke dua kali.
v Pandaanagn
mengenai perjanjian: para penganut premillenialisme percaya bahwa perjanjian
kepada Abraham yang diberikan untuk keturunan abraaham mengenai tanah dari
sungai mesir sampai ke sunga efrat belum digenapi tetapi aian di genapi pada
masa seribu tahun keej 15 :18 .
v pandangan
mengenai Gereja : para penganut paham premilenialisme dispensasional secara
kukuh membedakan antara gereja dan Israel.
Dibawah
ini ada sistem teologi yang menbedakab secara kukuh antar israel dan gereja
akan menyatakan posisi eskatologi.
israel =gerejA Tidak ada kerajaan seribu tahun
israel =gereja
israel=gerejA israel=/gereja=premilenialisme perjanjian
israel =gereja israel =gerej
israel#gereja israel#gereja
israel#gereja
=premilenialisme dispensasional
SEJARAH
PREMILENIALISME
Sebagai
seorang penganut postmillenialisme, joachim menjelaskan sejarah sebagai
keberadaan trinitas, yaitu zaman I adalah bapa ketika manusia hidup dibawah
torat perjanjian lama; zaman II adalah anak ketika masa anugrah di perjanjian
baru; dan zaman III adalah Roh Kudus yang mulai sekitar 1260M. Dimana dunia
akan bertobat.
Orang-orang
liberal yang percaya perkembangan melalui alam dapat kita sebut sebagai
penganut postmillenium. Namun mereka tidak sungguh-sungguh memeriksa Alkitab
dan memperhatikan kemajuan dunia hasil kerja manusia. Para penganut paham
postmillenialisme konservatif mempercayai Alkitab sebagai firman Tuhan dan
perbaiklan-perbaikan secara individu sesuai dengan Macmillan,1919, mengerti
bahwa kerajaan seribu tahun merupakan seluruh masa antara kedatangan Yesus yang
pertama dan yang kedua.
Paham
postmillenialisme sesudah perang dunia II di pengaruhi secara umum oleh corak
liberal. Hal-hal yang besar yang sudah dicapai melalui usaha manusia memberikan
kredibilitas pada konsep ini. Banyak pandangan yang tidak Alkitabiah dari
konsep ini.